Menyalahkan Orang Lain



Suatu hari, seorang mahasiswi datang menemui seorang biksu di suatu vihara. Dia menempuh ujian penting dalam beberapa hari ke depan dan dia ingin bhikkhu itu membacakan paritta untuknya, supaya dia bernasib baik. Sang bikkhu dengan baik hati memenuhinya, dengan pikiran hal itu akan memberikan si mahasiswi rasa percaya diri. Semuanya gratis ; dia tidak memberi dana.

Setelah itu, perempuan tersebut tak pernah lagi tampak mengunji vihara tersebut, tetapi banyak orang-orang mendengar dari teman-temannya, bahwa dia menyebarkan berita bahwa bhikkhu-bhikkhu di vihara tersebut payah, dan tidak bisa membaca paritta dengan benar, sebab ujiannya gagal.

Temannya juga menceritakan bahwa dia gagal karena dia nyaris tidak belajar sama sekali. Dia berharap agar para bhikkhu-lah yang mengurusi "hal-hal yang kurang penting" tersebut --bagian akademik dari kehidupan kampus.

Memang kelihatannya enak menyalahkan orang lain saat Anda tertimpa hal-hal yang buruk, tetapi menyalahkan orang lain itu jarang menyelesaikan masalah.

Seseorang gatal-gatal di pantatnya.
Dia menggaruk-garuk kepalanya.
Gatalnya tidak akan hilang.

Itulah cara Ajahn Chah menggambarkan orang yang menyalahkan orang lain, jalan yang tak akan menyelesaikan apapun.


0 comments :

Post a Comment

 

Instagram Photostream

Facebook Updates

Meet The Author